header
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Agustus 2010

Konsumsilah air rendah TDS untuk kesehatan Anda!

Konsumsilah air rendah TDS untuk kesehatan Anda!

Tubuh kita terdiri dari 80% air, maka air memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan. Banyak diantara kita hanya mengetahui bahwa air yang layak konsumsi adalah air yang bebas bakteri dan virus, padahal kualitas air yang layak konsumsi lebih dari itu. Salah satu faktor yang sangat penting dan menentukan bahwa air yang layak konsumsi adalah kandungan TDS (Total Dissolved Solids) atau kandungan unsur mineral dalam air. Contoh unsur mineral dalam air adalah: zat kapur, besi, timah, magnesium, tembaga, sodium, chloride, dan chlorine. Air yang mengandung mineral tinggi sangat tidak baik untuk kesehatan. Mineral dalam air tidak hilang dengan cara direbus. Menurut standar WHO, air minum yang layak dikonsumsi memiliki kadar TDS <100 ppm (parts per million).
Mineral yang baik bagi tubuh manusia adalah mineral organik yang berasal dari sayur, buah, daging, telor, atau susu. Mineral di dalam air disebut mineral nonorganik atau mineral dari benda mati yang tidak bisa diuraikan oleh tubuh.
Bila terlalu banyak mineral nonorganik di dalam tubuh dan tidak dikeluarkan, maka seiring berjalannya waktu akan mengendap di dalam tubuh yang berakibat tersumbatnya bagian tubuh. Misal bila mengendap di: mata mengakibatkan katarak; ginjal/empedu mengakibatkan batu ginjal/batu empedu; pembuluh darah mengakibatkan pengerasan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, stroke; otak mengakibatkan Parkinson; persendian tulang mengakibatkan pengapuran; dll.

Periksa TDS air yang Anda minum!

mau menjadi agen air hexagonal "AIWAN" hubungi 087882362988 (iqbal)
harga : 1 dus 240 ml x 48 : 15000
1 dus 600 ml x 24 : 48000
1 dus 1500ml x 12 : 40000
Read rest of entry

Senin, 05 Juli 2010

Ramuan Herbal : Alternatif Pengobatan Alami

Hidup sehat tanpa mengalami gangguan kesehatan adalah dambaan setiap orang.terlebih di era modern seperti saat ini yang menuntut setiap orang selalu aktif berkarya & berprestasi. Oleh karena itu, kesehatan sangat penting dan menjadi yang perlu dirawat.

Pada dasarnya, ada empat faktor utama yang menentukan kesehatan seseorang,yaitu pola hidup, kondisi lingkungan, mutu pelayanan kesehatan yang tersedia, dan faktor hereditas (keturunan). Dari keempat faktor tersebut, pola hidup memegang peranan terbesar dalam menentukan kualitas kesehatan. Penerapan pola hidup alami dengan memperhatikan & menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, tentu dapat meningkatkan kualitas kesehatan.

Kehidupan moder menuntut seseorang bergerak cepat untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Hal tersebut membuat manusia berada dalam kondisi kelelahan,kurang tidur,stres, dan depresi yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.
Akhirhya, tubuh rentan terserang penyakit. Selain itu, kondisi lingkungan yang buruk, seperti polusi dan perubahan iklim juga menekan fungsi kerja sistem imun dalam melindungi tubuh dari segala gangguan penyakit.

Gaya hidup kembali ke alam (back to nature) yang menjadi trend saat ini membawa masyarakat kembali memanfaatkan bahan alam, termasuk pengobatan dengan dengan tumbuhan berkhasiat obat (herbal). sebenarnya, penggunaan herbal sudah lama dikenal masyarakat Indonesia sebagai salah satu upaya mengatasi masalah kesehatan.

Selain lebih ekonomis, efek samping ramuan herbal sangat kecil. Yang harus diingat, waspadalah dengan beredarnya jamu-jamu tradisional dalam kemasan yang mengklaim sebagai obat herbal alami,karena banyak yang dicampur obat kimiawi.Jamu tersebut dapat menimbulkan efek samping dan kerusakan organ organ,sehingga justru membahayakan keselamatan konsumen. Oleh karena itu; penggunaan obat herbal alami dengan formulasi yang tepat tentunya lebih aman dan efektif.
Read rest of entry

Senin, 22 Maret 2010

Cerita Sahabat Rasulullah SAW : Sa’ad bin Abi Waqqash

Ketika sedang berkumpul dengan para sahabat, Rasulullah SAW berkata, “Seorang penghuni surga akan muncul.” Siapakah dia?

Sepeninggal Rasulullah SAW, tongkat kepemimpinan dilanjutkan oleh para sahabat. Mulai dari Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, hingga Ali bin Abi Thalib. Itu merupakan zaman keemasan Islam. Dan periode kekhalifahan Umar merupakan masa yang paling gemilang dalam risalah dakwah Islam, karena penyebaran Islam hampir keseluruh penjuru dunia.

Adalah pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan terjadinya pertukaran duta antara Arab dan Cina. Utusan yang dikirim adalah Tsabit bin Qays dan sahabat Sa’ad bin Abi Waqas. Peristiwa ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan utusan kasiar Cina ke Madinah berberapa tahun sebelumnya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 651 M.

Pada tahun 684 M, tiga puluh tiga tahun setelah kedatangan Sa’ad, berdirilah masjid di ibu kota Chang’an (Xi’an), yang diberi nama Huejuexiang. Peresmian berdirinya masjid ini dilakukan dengan upacara kebesaran Cina.

Jauh sebelum itu, Nabi Muhammad SAW pernah mengutus sahabat Abdul Wahab bin Abi Kabsyah untuk melakukan dakwah di Cina. Di Kanton (Guangdong), dia menyebarkan Islam sampai akhir hayatnya.

Penduduk muslim yang tinggal di Xinjiang, di setiap bulan Juni dan Juli selalu mengunjungi makam Tsabit bin Qays di Lembah Xingxing, Hami, sekitar 600 km sebelah timur Urumqi, ibu kota Xinjiang, yang dikenal di antara penduduk muslim di sana sebagai “teman Nabi Muhammad”. Makam itu panjangnya 220 cm, lebar 152 cm, dan tinggi 150 cm. dibuat dari batu marmer dan ditutup dengan kayu yang diukir dengan gaya campuran arsitektur Arab dan Cina.

Tsabit bin Qays diyakini wafat pada tahun 655 M, ketika tengah menempuh “Jalur Sutra” arah ke barat. Oleh para pengikutnya, dia dimakamkan di Lembah Xingxing, sebelah timur Hami. Sampai kini, makam itu masih berdiri kokoh sebagai saksi bisu masuknya risalah dakwah Islam di Cina.

Banyak orang percaya, kunjungan sahabat Sa’ad dan Tsabit merupakan kontak resmi pertama Islam merupakan kontak resmi pertama Islam dengan Cina. Di Kanton, Sa’ad mendirikan sebuah masjid pertama dan dipercaya sebagai bentuk legalitas hubungan kedua kebudayaan.

Seiring perjalanan waktu, hubungan itu diformalkan dengan pertukaran duta besar dan melakukan misi perdagangan. Kedua negera saling mendapatkan keuntungan dari hubungan tersebut.

Ketika telah mencapai umur 80 tahun, Sa’ad bersiap-siap menghadap Allah. “Kepalanya berada di pangkuanku ketika ia tengah sekarat. Aku menangis terisak-isak,” tutur Al-Aqiq, anaknya.

“Apa yang kau tangisi, anakku. Allah tidak akan pernah menyakitiku, aku termasuk penghuni surga,” katanya lirih sambil memandang ke sebuah sudut. Di sana terdapat sebuah peti tua.

Masalah penghuni surga itu, Rasulullah telah memberitahukan kepada para sahabat jauh-jauh hari sebelumnya.

Pada suatu hari ketika Rasulullah sedang duduk bersama para sahabat, tiba-tiba beliau menatap ke ufuk dan berkata, “Seorang penghuni surga akan muncul.”

Ketika para sahabat mencari di sekeliling siapa yang dimaksud Nabi, tiba-tiba Sa’ad muncul.

Kepada Abdullah bin Amr, yang menanyakan “rahasia” sehingga mendapat jaminan surga. Sa’ad mengatakan, “Ibadah yang aku kerjakan juga dikerjakan yang lain, kecuali aku tidak pernah menaruh dendam atau berniat jahat terhadap kaum muslimin.”

“Bukalah peti tua itu,” pintanya. Ternyata di dalamnya tersimpan sebuah jubah tua.

“Dengan jubah itulah aku bertempur menghadapi orang musyrik di Perang Badr dan Perang Uhud…. Dan aku telah menyimpannya untuk keperluan hari ini.” Dengan jubah itulah Sa’ad bin Abi Waqqash dikafani.

Sa’ad, yang dikaruniai umur panjang, terlibat dalam berbagai momen penting. Seperti pemilihan Utsman bin Affan sebagai khalifah ketiga dan terlibat dalam Perang Qadisiyah, pintu gerbang Persia, yang saat itu masih memeluk agama Majusi. Hampir seluruh hidupnya dijalani di medan perang, membela agama Allah dan Rasul-Nya. Ia ingin menghadap Tuhan dengan jubah yang sangat mengesankan dan memberinya kemuliaan itu.

Jasad orang ketiga yang masuk Islam dan kemudian dikenal sebagai ksatria berkuda yang pemberani itu dimakamkan di Baqi, Madinah, di samping para sahabat yang telah mendahuluinya.
Read rest of entry

Cerita Sahabat Rasulullah SAW : Utsman bin Mazh’un

Ia termasuk sahabat Rasulullah yang hijrah ke Abessinia. Ia rela menerima siksaan kaum Quraisy demi membela agama Allah

Ketegaran Utsman bin Mazh’un tercatat dalam perjalanan sejarah perkembangan Islam. Ia tercatat sebagai orang yang berani melawan penderitaan dengan tetap mempertahankan imannya.

Ustman bin Mazh’un adalah seorang sahabat Rasulullah yang hijrah ke Abessinia atau Habasyah yang kini dikenal dengan sebutan Ethiopia. Ia bersama 80 sahabat Rasulullah hijrah ke negara yang memeluk agama Kristen ini atas perintah Rasulullah. “Tempat itu diperintah oleh seorang raja dan tak ada orang yang dianiaya di situ. Itu bumi jujur sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua, “sabda Rasulullah. Raja Negus, penguasa Abessinia kala itu, menerima dengan baik kedatangan kaum muslimin. Bahkan dua utusan kaum Quraisy yang datang membujuk Raja Negus, Amr ibnul ‘Ash dan Abdullah ibnu Abdi Rabi’ah, gagal total meminta mereka kembali ke Mekah. Ja’far bin Abi Thalib berhasil menjelaskan dan meyakinkan Raja Negus tentang agama Islam dan sikapnya terhadap penganut Kristen dan Isa Almasih.

Namun, setelah beberapa saat tinggal di Abessinia, mereka lantas mendengar kabar gembira dengan masuknya sebagian pemimpin kaum Quraisy Mekah ke dalam agama Islam.

Kaum muslimin yang telah hijrah pada tahun kelima masa kenabian itu (sekitar tahun 615 Masehi) mulai tertarik untuk kembali ke Mekah. Mereka telah merindukan tanah kelahiran mereka yang telah lama mereka tinggalkan. Setelah mendapat izin Raja Negus mereka kembali ke Mekah melalui lautan.

Tapi belum lagi memasuki kota Mekah, mereka akhirnya tersadar bahwa mereka telah tertipu informasi kaum Quraisy yang menyesatkan. Berita itu sengaja diembuskan kaum Quraisy agar kaum muslimin mau kembali ke Mekah. Mereka takut kedudukan kaum muslimin semakin kuat dengan menjalin hubungan dengan Raja Negus.

Kaum Quraisy menyambut kaum muslimin yang tengah dimabuk rindu ke Tanah Suci Mekah itu bukan dengan sambutan hangat, tapi dengan senjata. Kaum muslimin benar-benar terjebak dan tak bisa berbuat apa-apa, karena posisi mereka yang sangat lemah. Mereka lantas menyerang kaum muslimin yang tak siap itu. Berbagai siksaan lantas diterima kaum muslim.

Tapi, nasib buruk itu ternyata justru tak menimpa Utsman bin Mazh’un. Sebab, pamannya, Walid bin Mughirah, tanpa sepengetahuan Utsman, telah memberikan jaminan keamanan. Karena itu tak satu pun orang Quraisy yang berani mengganggunya, hingga ia masuk kota Mekah. Perlindungan waktu itu merupakan tradisi masyarakat Arab. Siapa pun dan seberapa rendah kelas seseorang, jika masuk dalam perlindungan tokoh waktu itu, mereka akan aman. Tidak boleh mendapat gangguan sekecil apa pun.

Namun, saat itu ia tak bisa menyaksikan penderitaan dan penyiksaan yang diterima saudara-saudara sesama muslim yang berangkat bersamanya ke Abessinia. Melihat kejadian itu hatinya berontak. Ia tidak bisa merasakan ketenangan dengan mendapatkan keistimewaan sendiri. Ia lantas menghadap Walid bin Mughirah.

“Wahai Abu Abdi Syam (sebutan penghormatan bagi Walid bin Mughirah), sejak saat ini aku melepaskan perlindungan yang telah engkau berikan padaku. Karena aku tidak ingin mendapatkan perlindungan selain dari-Nya. Umumkanlah hal ini, seperti waktu engkau umumkan perlindungan atasku sebelumnya,” kata Utsman dengan suara lantang. Walid tak menyangka kemenakannya akan mengatakan itu.

Walid lantas melepas perlindungannya itu dan segera mengumumkan kepada warga Mekah. Kaum Quraisy lantas berdatangan ke arahnya dan mulai menyiksanya. Utsman menerimanya dengan lapang dada. Ia bangga karena ia kini menerima nasib sama dengan saudara-saudara seimannya. Ia nikmati siksaan demi siksaan itu bagaikan belaian.

Siksaan demi siksaan diterimanya persis di depan sang paman. “Ayolah, Utsman, kalau kamu menghendaki keselamatan, masuklah ke dalam perlindunganku kembali.”

Tapi, Utsman menolak tawaran itu. Dengan tenang ia berkata, “Mataku yang sehat ini memerlukan pukulan seperti yang telah dirasakan saudara-saudaraku seiman. Sebenarnya aku berada dalam perlindungan Allah, yang lebih kuat dari perlindungan yang bisa engkau berikan untukku.”

Setelah berbagai siksaan dan pukulan dia terima dengan tabah, ia mengikuti perintah Rasulullah untuk berangkat hijrah ke Medinah, bersama beberapa sahabat lainnya. Ia berangkat mendahului Rasulullah yang berhijrah bersama Abu Bakar.

Bersamaan dengan kemajuan Islam di kota ini, Utsman juga tercatat sebagai sahabat yang cukup menonjol. Ia laksana batu mulia yang tak bernilai harganya. Utsman adalah orang yang ahli ibadah dan seorang zahid, waktunya habis untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sepanjang siang dan malam ia habiskan waktu untuk shalat, membaca Al-Quran, dan puasa.

Pada suatu hari ia masuk ke dalam masjid dengan pakaian yang compang-camping, robek dan penuh dengan tambahan kulit unta. Peristiwa itu terjadi tepat di hadapan Rasulullah. Hati Rasulullah pilu tersayat menyaksikan hal itu.

Rasulullah lantas bersabda kepada para sahabatnya, “Apa pendapat kalian bila memiliki satu pasang pakaian untuk pagi dan sore diganti dengan pasang pakaian lainnya. Kemudian disiapkan di depan kalian seperangkat wadah makanan sebagai ganti perangkat lainnya.”

Maka seorang sahabat menjawabnya dengan senang hati. “Kami ingin hal itu terjadi hingga kita dapat hidup makmur dan bahagia.”

Rasulullah pun kembali bersabda, “Sebenarnyalah itu telah terjadi. Keadaan kalian saat ini, sudah lebih baik dari keadaan kalian sebelumnya.

Sabda Rasul itu juga didengar Utsman, dan semakin membuatnya tekun menjalani hidup bersahaja dan menghindari kesenangan hidup duniawi. Bahkan, ia juga hendak menghindari menggauli istrinya. Tapi, Rasulullah mendengarnya, dan bersabda, “Inna liahlika ‘alayka khaqqan.” (Sesungguhnya keluargamu itu memiliki hak atas dirimu).

Ketika ia hampir menemui ajalnya, kecintaan dan rasa sayang Rasulullah terlihat jelas kepadanya. Rasulullah membungkuk mencium keningnya. Air mata Rasulullah runtuh dan membasahi kedua pipi Utsman. Utsman wafat dengan tenang dan tercatat sebagai orang Muhajirin pertama yang meninggal di Medinah.

Bahkan, saat putri Rasulullah, Ruqayyah, yang juga istri Utsman bin Affan, menjelang wafat, Rasulullah bersabda, “Pergilah, dan susullah pendahulu pilihan kita, Utsman bin Mazh’un.”
Read rest of entry

Minggu, 21 Maret 2010

Cerita Sahabat Rasulullah SAW : Rabi’ bin Khutsaim bin ‘Aidz

Engkau telah menggapai kemuliaan dunia yang hakiki. Tak ada orang lain. Tak ada orang yang dapat mencapai derajat tertinggi itu. Engkau telah mencapai derajat yang paling puncak yang tidak dapat didaki, kecuali hanya oleh orang-orang yang ikhlas. Orang-orang banyak beribadah, bercita-cita luhur, dan meninggalkan dunia beserta kesenangannya.

Ia adalah orang yang paling dekat dengan sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu. Ia adalah orang yang paling wara’. Ia adalah seorang pria yang hatinya sangat lembut.Suka menumpahkan air mata. Apabila shalat ia lupa akan segala hal. Tak ingat lagi kehidupan dunia. Ia sangat mencintai Rabbnya. Ibadahnya tak pernah henti. Ada seorang pria ‘Aslam, yang memberikan kesaksian, ketika melihat orang itu sedang shalat, yang ia tak pernah melihat dilakukan oleh orang lain. “Apabila ia sujud, ia laksana kain yang dilempar dan dihinggapi oleh burung-burung”, ujar ‘Aslam.

Saat menjelang malam Ia jarang tidur. Ia tak memejamkan matanya. Saat orang lain sedang asyik dibuai mimpi-mimpi. Keluarganya pun kasihan kepadanya.Sampai seorang putrinya menegurnya. “Wahai ayah!. Mengapa selalu terjaga? Padahal orang-orang sedang asyik tidur?”. Orang itu menjawab pertanyaan putrinya. “Sesungguhnya neraka janaham terbayang di mataku!, ucap ayahnya. Suatu ketika. Orang itu berkata kepada putrinya yan ia cintai itu, dan berkata : “Aku sangat takut. Takut aku tergelincir ke dalam neraka”, kata ayahnya.

Para sahabat lainnya, ingin mengetahui, bagaimana lamanya shalat tahajud di malam hari. Salah seorang sahabat, lalu menuturkan : “Mereka menaruh tanda di rambutnya, karena rambut orang itu tebal, untuk mengetahui orang itu tidak atau tidak? Ternyata tanda yang mereka taruh itu tidak berubah. Dari peristiwa itu, diketahui ia tidak membaringkan tubuhnya di malam hari”.

Bila pagi tiba. Ia berkata :”Selamat datang, wahai para malaikat Allah. Tulislah, ‘Bismillaahir-Rahmanaanir-Rahim, subhanallah, wal-hamdulillah, laa Ilahaa illallaah wallaahu Akbar!”. Ia sangat meresapi makna all-Qur’an, bila membacanya. Mengetahui apa yang diperintah dan larangannya. Mengenal betul janji dan ancamanNya. Suatu kali, ia melakukan shalat tahajud, dan membaca ayat : “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, yaiu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu”. (al-Qur’an : 45:21) Ayat itu merasuk ke dalam pikirannya. Sampai tidak dapat melanjutkannya. Ayat itu diulang-ulang sampai pagi hari. Ia merasakan lezatnya, ketika membaca al-Qur’anul Karim.

Siapa orang itu? Ia tak lain adalah Rabi’ bin Khutsaim bin ‘Aidz rahimahullah. Ia adalah murid Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, yang menjadi pewaris ilmunya, peneladan akhlaknya, imam dalam ibadah, zuhud, dan wara’.

Rabi’ tak suka memperlihatkan amal ibadahnya. Ia bahkan berupaya menyembunyikan ibadahnya. Ketika ada orang menemuinya sedang ia sedang memegang mush’af al-Qur’an, ia menutupinya dengan kain agar tak terlihat. Rabi’ tidak melakukan shalat sunnah di masjid jami’. Ia hanya satu kali orang-orang melihatnya mengerjakan shalat sunnah. Rabi’ bin Khutsaim rahimahullah telah mencapai tingakt rasa takut kepada Allah Azza Wa Jalla yang sangat tinggi. Hatinya selalu dipenuhi oleh khasyatillah (takut kepada Allah). Orang yang keadaan seperti itu, pasti akan ringan bagi dari segala musibah dan ujian dunia.

Suatu kali. Rabi’ pergi bersama dengan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Mereka berdua melihat tukang besi. Mereka berdua melihat besi yang sedang menyala dan ditempa. Lalu, Ibnu Mas’ud melanjutkan ke tempat lain. Sampai ditepian sungai Eufrat. Ditepian sungai yang membelah kota Bagdad itu, mereka bertemu dengan seorang pandai besi yang mengerjakan pembuatan perkakas. Saat melihat api yang menyala-nyala itu, Abdullah bin Mas’ud membacakan ayat al-Qur’an : “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. Dan, apabila mereka dilemparkan ketempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan”. (al-Furqan :25:12-13). Saat itu, tiba-tiba Rabi’ pingsan, dan digotong ke rumahnya. Abdullah bin Mas’ud menunggui sampai dhuhur. Belum juga siuman. Sampai ashar belum juga siuman. Dilanjutkan sampai magrib. Belum juga siuman. Baru sesudah itu, Rabi’ siuman, kemudian Abdullah bin Mas’ud meninggalkannya. Itulah kondisi orang-orang yang bertaqwa.

Seorang dari Bani Taymillah bercerita, dan pernah mendampingi Rabi’ selama dua tahun. Selama dua tahun itu, orang menceritakan, bahwa Rabi’, hanya berbicara satu kali, yang berkaitan dengan dunia, dan dalam bentuk pertanyaan. “Apakah ibumu masih hidup? Berapa masjid dilingkunganmu?”. Orang yang hatinya sibuk dengan zikrullah, tak memiliki kesempatan menyebut-nyebut dunia.

Pernah Rabi’ terkena penyakit lumpuh dalam waktu yang lama. Suatu ketika ia ingin makan daging ayam. Namun, ia menahan keinginannya itu selama empat puluh hari. Baru, ia berkata kepada istrinya : “Aku ingin makan daging ayam sejak empat puluh hari yang lalu, agar keinginanku dapat diredam”, ucapnya. “Subhanllah.Mengapa itu tidak engkau lakukan?”, sahut istrinya. Maka, istrinya menyuruh seseorang pergi ke pasar membeli ayam. Lalu, disembelihnya ayam itu. Usai menyembelih ayamnya, lalu memasak ayam itu, dan dicampur dengan roti, kemudian istrinya menghidangkan masakan itu kepada suaminya.

Betapa. Saat Rabi’ akan makan hidangan ayam beserta roti, di depan pintu datanglah seorang pengemis dan meminta- “Berikanlah ini kepadanya. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberkahi”, kata Rabi’ kepada istrinya. “Subhanallah”, sahut istrinya. “Sudahlah. Berikan kepada dia”, kata Rabi’. Isterinya lalu berkata : “Kalau begitu aku akan melakukan hal-hal yang lebih baik”, tukas istrinya. “Apa?”, tanya Rabi’ kepada istrinya. “Aku akan memberikan uang seharga makanan ini”, jawab isterinya. Setelah isterinya menyerahkan uang itu kepada pengemis itu, lalu Rabi’ berkata :”Berikanlah uang berikut makanan itu seluruhnya”.

Suatu hari datang seoran laki-laki ke rumahnya meminta nasehat. Rabi’ rahimahullah mengambil kertas lalu menulsikan kata-kata : “Katakanlah, marilah kebucakan apa yang diharamkan Tuhanmu,yaitu : Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu (ibu-bapak), dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Kami akan memberi rezeki kepada kamu dan mereka,dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji, janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, melainkan dengan sebab yang benar”.

Rabi’ bin Khutsaim telah memberikan teladan. Memberikan pelajaran. Memberikan arahan. Semua menjadi jalan menuju kehidupan yang diridhai Allah Azza Wa Jalla. Tak ingin mendapatkan murkaNya, kelak di akherat nanti. Wallahu ‘alam.

(judul asli : Adakah Amalmu bermakna. oleh :Mashadi http://eramuslim.com Kamis, 25 Sep 2008 15:19)
Read rest of entry

Kamis, 18 Maret 2010

Kisah Keajaiban Doa Ummu Dawud

Kisah ini diceritakan oleh Ibrahim bin Ubaidillah bin Fadhel bin Ula’ Al-Madani.
Ummu Dawud adalah Fatimah puteri Abdillah bin Ibrahim, saat itu usianya sangat tua.

Ummu Dawud berkata: Abu Ad-Dawaniq telah membunuh Abdullah bin Hasan, ia juga sebelumnya membunuh kedua putera Abdullah yaitu Muhammad dan Ibrahim. Kemudian ia menangkap anakku Dawud bin Al-Husein di Madinah, bersama anak pamannya Al-Husein. Ia mengikatnya dengan rantai besi, lalu membawanya ke Irak.
Sejak saat itu aku tidak pernah melihat anakku dan tidak pernah mendengar beritanya, ia dipenjara di Irak. Aku sangat sedih, aku hanya bisa memohon kepada Allah dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Aku memohon kepada Allah swt agar anakku segera dibebaskan dari penjara. Aku juga minta tolong kepada saudara-saudaraku yang zuhud dan ahli ibadah untuk memohonkan kepada Allah agar aku segera dipertemukan dengan anakku sebelum kematianku. Mereka telah bersungguh-sungguh melakukan harapanku.

Di kemudian hari aku mendengar berita bahwa anakku dibunuh. Sebagian orang memberitakan bahwa anakku bersama anak pamannya akan digantung tiang gantungan. Aku sangat sedih, semakin hari semakin kurasakan besar musibahku. Aku merasa bahwa doaku tidak diijabah dan permohonanku tidak diperkenankan. Hatiku terasa sempit, umurku semakin tua, tulangku semakin ringkih, hampir-hampir aku merasa putus asa karena anakku, lemahnya tubuhku dan menuanya umurku.

Pada suatu hari aku mendatangi Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad Ash-Shadiq (sa). Saat itu beliau sedang sakit. Setelah bertanya keadaannya dan mendoakannya, aku minta izin untuk pulang. Saat aku mau pulang beliau bertanya: wahai Ummu Dawud, bagaimana berita tentang Dawud, engkau telah menyusuiku bersamanya (saudara sesusu).

Mendengar pertanyaan dan pernyataannya aku menangis sambil berkata: Jadikan aku tebusanmu, Dawud dipenjara di Irak. Sejak itu aku tidak mendengar lagi beritanya, aku hampir putus asa untuk bisa berjumpa dengannya. Aku sangat merindukannya. Aku mohon engkau mendoakannya karena dia adalah saudaramu sesusu.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: Wahai Ummu Dawud, tahukah kamu tentang doa Istiftah, doa mustajabah dan doa keselamatan. Dengan doa ini Allah Azza wa Jalla membukan pintu-pintu langit, para malaikat akan hadir untuk menyampaikan kabar gembira tentang tentang ijabahnya doa. Inilah doa yang mustajabah, doa yang tak ada hijab dengan Allah azza wa jalla, orang yang membacanya akan mendapatkan pahala surga.

Ummu Dawud bertanya: Wahai putera orang-orang suci, bagaimana cara aku mengamalkannya?

Selengkapnya kisah ini silahkan klik disini
(Disarikan dari kitab Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 33-36)


Wassalam
Syamsuri Rifai

Macam2 shalat sunnah, doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami, Asbabun Nuzul ayat2 dan hadis2 pilihan, dan lainnya, klik di sini:
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com

Amalan Praktis harian dan Bulanan, dan doa2 pilihan:
http://islampraktis.wordpress.com

Tafsir tematik, keutamaan surat2 dan ayat 2 Al-Qur’an:
http://tafsirtematis.wordpress.com

Audio shalawat tarhim, doa dan musik2 ruhani (mp3), dilengkapi tek narasi, klik di sini:
http://syamsuri149.multiply.com

Amalan praktis, Adab2 dan doa2 haji dan umroh, klik di sini:
http://almushthafa.blogspot.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis Feng Shui Islami, rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini:
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Kisah ini disadur dari http://syamsuri149.wordpress.com/2008/06/29/kisah-keajaiban-doa-ummu-dawud/
Read rest of entry

KEAJAIBAN DOA : KISAH JURAGAN TEMBAKAU

Ia dikenal sebagai orang yang gigih bekerja. Ia kaya, bahkan sangat kaya.namun semua harta benda yang dia miliki, murni dari hasil jerih payahnya sendiri, bukan berasal dari harta warisan, pemberian orang, atau hasil curian, hasil rampokan, atau hasil melakukan tindak korupsi yang tidak terpuji. Selama ini ia sudah merasa amat bangga dengan hasil kerjanya. Kebanggaan itu bahkan juga dirasakan oleh anak istrinya. Betapa bangganya mereka memiliki seorang suami dan ayah yang begitu giat bekerja demi kebahagiankeluarga. Baginya, semua hartanya diraih dengan cara yang halal. Setidaknya, demikianlah menurut apa yang sudah dia pahami selama ini.

Baru-baru ini dia menghafal sebuah doa, yang maknanya sebagai berikut,

“Ya Alloh, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga tidak membutuhkan lagi yang haram. Cukupkanlah aku dengan keutamaan-Mu sehingga tidak lagi membutuhkan selain-Mu” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi V : 560. Lihat juga Shahih At-Tirmidzi III : 180)
Doa yang ia hafal dari sebuah buku tuntunan berdoa berdasar hadits-hadits shahih itu amat dia sukai dan selalu saja dia baca. Harapannya, rezekinya akan semakin berlimpah, terbebas dari rezaki yang haram, merasa cukup dengan segala karunia yang diberikan oleh Alloh kepadanya.

Selang setahun setelah ia mengamalkan doa tersebut secara tekun, kehidupannya berubah. Dari sebelumnya dikenal sebagi jugan tembakau yang sukses, memiliki beberapa took sandang pangan dan berbagai unit usaha lain, plus sekuan rumah, tanah berhektar-hektar dan uang berlimpah. Dari kondisi seperti itu, menjadi seorang pria yang menempati sebuah rumah kotangan, separuh batu separuh gedek, berkeliling menjajakan perkakas rumah sederhana, plus sebidang tanah kecil di belakang tanah kecil dibelakang rumahnya!!. Eh, itu persis dengan keadaan dia dua puluh tahun yang lalu, sebelum meraih kesuksesan sebagi pedagang dan petani tembakau yang berhasil!!!.

Awalnya, ia begitu terkejut. “Inikah hasil doaku selama setahun ini? Apakah Alloh begitu zhalim terhadap hamba-Nya yang rajin memanjatkan doa kepadanya?” tanyanya dalam hati. “Astaghfirulloh! Kenapa aku berfikir seperti itu?” ujarnya sadar.

Yah, awalnya ia nyaris terjebak pada sikap menyalahkan Alloh yang Maha Pengasih. Namun, melalui berbagai pelajaran yang dia dapatkan dari pengajian-pengajian yang dia ikuti, akhirnya dia memperoleh sebuah realitas baru yang sama sekali belum pernah dia pikirkan sebelumnya! Akhirnya ia sadar, bahwa usaha yang dia lakukan, yang dia tekuni selama ini, yang dia anggap sebagai usaha yang halal, ternyata merupakan usaha yang setidaknya syubhat, nyaris haram, atau bahkan haram sama sekali!.

Ia mendapatkan keterangan, bahwa ulama berbagai madzhab banyak yang telah menjelaskan tentang haramnya rokok. Banyak dalil yang menunjukkan hokum tersebut. Sementara komoditi terbesar yang menggunakan tembakau sebagai bahan pokoknya adalah pabrik rokok. Dan memang, berbagai tanaman tembakaunya selalu saja diborong oleh sebuah pabrik rokok yang sudah menjadi langganannya. Yah, sementara ia bekerja sebagai petani sekaligus pedagang tembakau, alias pemasok bahan utama pembuat rokok!! Jadi, segala hasil usahanya itu ternyata dari cara yang bisa disebut “haram”. Sehingga, ketika Alloh mengembalikan kondisinya seperti saat ia belum sukses salam usahanya, jelas merupakan kebaikan baginya, dan itu nyata-nyata Alloh telah mengabulkan doanya selama ini. Subhanalloh!

Ia tercenung, jiwanya sungguh tergugah oleh kenyataan tersebut. Ia pun menundukkan tubuhnya, rukuk dan sujud di hadapan Alloh yang Maha Pengasih, lagi Maha Pemurah.

from → Kisah-kisah Petani
Disadur dari www.abuabdilbarr.wordpress.com
Read rest of entry
10 Pengiriman Terakhir : Bapak Ikki-Lampung, Ibu Dinda-Bogor, Bapak Dwi-Bogor, Bapak Eddie Sudaryanto-Bandung, Apotik Sekar Taji-Cileungsi, Bapak Anton-Bekasi, Bapak Zainal Arifin-Bekasi, Bapak Arif-Jakarta, Ibu Erni-Bogor, Ponpes as-syafi'i-Banyuwangi
Photobucket
 

Toko Online Cileungsi Herbal

  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads
  • ads

Daftar Harga Produk

Photobucket

Belanja

Photobucket

Cara Memesan Produk

1. Isi Formulir Pemesanan Produk

2. Kirim Sms Konfirmasi ke Hotline kami : 02191975486/087882362988 atau pm melalui costumer service kami : YM id : Cileungsiherbal

3. Kami akan konfirmasikan total harga + ongkos kirim ke alamat anda;

4. Untuk Pembayaran melalui :
Photobucket
a/n Muhammad Iqbal Norek : 9231336490

5. Setelah transfer kami terima, barang akan kami kirimkan langsung ke alamat anda melalui Dakota, JNE, TIKI (Tergantung Jenis Barang / Pilihan Anda) atau EMS (untuk kiriman luar negeri).


6.Order yang Anda kirimkan berlaku selama 3 hari, Jika setelah konfirmasi harga dan tidak ada tanggapan dari pihak Anda, order dianggap hangus & untuk memesan harus mengirimkan order ulang



Pusat Produk Herbal & Thibbunnabawi Copyright © 2009 Shopping Bag is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal